Sabtu, 25 April 2009

Kekosongan Jiwa

Malam ini saya menyadari arti kata puisi Chairil Anwar, aku adalah aku. Dalam hati kemudian aku bertanya. Aku adalah aku, aku itu bukan kamu ataupun bukan dia, karenanya manusia itu unik dan keunikannya terletak bahwa dia adalah tunggal, manusia itu tidak mungkin sama.

Jika aku adalah aku, siapakah aku itu, telahkah aku menemukan diriku yang hilang disuatu tempat yang asing. Kadang aku berpikir jika aku berada di gedung tertinggi, memandang jauh ke angkasa,aku hanya akan menemukan gumpalan awan putih bersih dalam terangnya mentari, dan jika aku memandang ke bawah, menatap jalanan yang dipenuhi oleh titik-titik hitam seperti semut, tapi taukah kamu apa itu titik-titik hitam itu, itu adalah manusia-manusia yang lalu lalang di jalanan dalam kesibukan mereka, mungkin bagi mereka, mereka telah menemukan siapa mereka dalam aktivitas mereka.

Kurapatkan kakiku pada silangan lututku, ketundukan kepalaku merasakan kerasnya lututku. Helaan napas yang berat menghimpit jiwaku. Entah apa yang tengah kurasakan dalam kebimbangan hati, entah apa yang kucari dalam kekosongan jiwa.

Tubuh ini, jiwa ini dan raga ini diam terpaku memandang kehampaan. Kadang aku berpikir kalo aku tidak akan pernah bisa menemukan siapa diriku yang sebenarnya, untuk apa aku berada di dunia ini, kenapa aku harus menjalani kefanaan duniawi yang sempurna.

27 tahun lamanya telah kuarungi ruang dan waktu tanpa tau dimana akan berlabuh, layar ini telah terkembang tertiup angin tanpa arah navigator. Hal ini merupakan perjalanan hidup yang sangat sempurna menunjuk ke biduk kehancuran.

Sudah hancurkah diriku ini? Akankah diriku ini lenyap? Jiwa ini benar-benar kosong.

3 komentar:

  1. aku sejati adalah jati diri kita (berupa eksistensi) yang sesungguhnya yang ada dahulu, sekarang dan yang akan datang. Setiap orang memiliki jati diri yang mempunyai keunikannya masing- masing. Kata "keunikan" ini sengaja dipakai untuk menggantikan kata "kelebihan dan kekurangan" agar kita tidak terjebak dalam pandangan untuk saling membandingkan. Keunikan jati diri masing-masing ini adalah merupakan hasil dari proses-proses terdahulunya dan merupakan awal dari proses kedepan yang juga tidak perlu dibandingkan dan dinilai berlebihan, akan tetapi haruslah dipahami dan disadari sepenuhnya.

    BalasHapus
  2. AKU adalah DIRI, DIRI bukanlah kata-kata. Bukan warna kulit. Bukan bentuk mata.
    Bukan pula KTP atau ID card yang bisa dicetak dalam hitungan menit.
    AKU – sebuah pribadi – realitas pada diri yang melekat erat menyatu
    tak terpisahkan. Kematian tak menghilangkan AKU. Setiap individu memiliki
    pribadi AKU yang selalu khas unik.
    Kekhasan AKU adalah karena membawa Citra Sang Pencipta – Sang Pribadi Maha
    Unik.

    BalasHapus
  3. http://betawi-begaya.blogspot.com/

    BalasHapus