Kamis, 02 April 2009

Anak Singa Yang Tersesat

Anak Singa Yang Tersesat

Disuatu masa di musim daun-daun berjatuhan menyapu lantai hutan. Terdengar nyanyian kicauan burung-burung menari di atas sebuah peternakan yang terdapat di sisi luar hutan itu. Tersebutlah sebuah peternakan yang bernama “Perternakan Lity”.
Lity adalah pemilik peternakan itu, dia tinggal sendirian tetapi ditemani oleh binatang-binatang peliharaannya yang amat dicintai olehnya. Kelinci, ayam, babi, anjing dan kurakura. Para binatang itu senangtiasa membantu Lity dalam hal berkebun, memancing, memproduksi telur sebagai bahan makanan serta melindungi Lity dari segala marabahaya.

Suatu pagi, Lity meninggalkan peternakan untuk berjalan-jalan menikmati keindahan hutan. Dia terus berjalan dan berjalan memasuki hutan itu, dan tiba-tiba, dia mendengar suara tangisan dikejauahan. Lity mencari asal suara itu, dia mencari dan mencari sumber sumber suara itu, “ah ini rupanya asal suara itu, mengapa kamu menangis wahai kucing kecil”.

Lity memutuskan untuk membawa pulang kucing kecil yang tersesat itu dan merawatnya. Lity memperkenalkan kucing kecil itu kepada para bintang peliharaannya.
Apa yang terjadi dengan para binatang Lity, mereka menolak kehadiran kucing kecil yang tersesat itu. Tak seekor pun yang mau menjadi teman si kucing kecil. Kucing kecil dijauhkan dan dikucilkan oleh para binatang, namun begitu, Lity sangat menyayangi kucing kecil itu, dia sering bermain bersama kucing itu, memandikannya dan menjaganya tidur bersama.

Lity tidak tahu siapa sebenarnya kucing kecil itu” teriak ayam ketika para binatang menggelar sebuah diskusi tengah malam. “ Ya kucing kecil itu adalah predator, dia kan membesar dan akan memakan kita” seru bebek dengan ketakutannya. “ terus apa rencana kamu kelinci” Tanya anjing kepada kelinci. Mereka berpikir, berpikir dan terus berpikir, dan tiba-tiba burung mengeluarkan ide brillian “kita kacaukan saja peternakkan ini dan membuat kucing bodoh itu sebagai pelakunya, aku yakin Lity akan segera mengusiranya, gimana?”. “ya ya ya ide yang bagus, gimana kawan?” Tanya kelinci. Dan semua binatang tampak setuju. Mereka mencari cara bagaimana cara mengacaukan peternakaan ini.

Hanya kura-kura yang tidak setuju akan rencana jahat mereka yang ingin menjebak kucing kecil itu. “ ah Tuhan kedamaian di peternakan ini akan terusikkan”, penyesalan kura-kura.

Setiap hari para binatang selalu menganggu kucing kecil sehingga membuat kucing kecil itu menderita tetapi dia tetap bertahan di peternakkan itu karena kucing kecil sangat saying kepada Lity dan tidak mau berpisah darinya. Dan hanya kepada kura-kuralah dia mencurahkan segalanya.

Ketika lion bersembunyi dari kejaran para binatang, kucing kecil mendengar teriakan dari arah kolam, teriakan minta tolong, anak ayam terpeleset dan jatuh ke dalam kolam kura-kura/ “tolong……tolong……tolong……aku tidak bisa berenang, seru anak ayam yang nyaris tenggelam itu. Kucing kecil sangat takut sama air kolam, kucing kecil tidak bisa berenang. Tapi dengan sekali teriakan yang mengagetkan isi peternakan kemudian kucing kecil itu berlari dan terjun ke dalam kolam, dia berusaha untuk menyelamatkan anak ayam itu. Dan akhirnya kucing kecil itu berhasil menyelamatkan anak ayam itu. “Oh kucing kecil bagaimana saya harus berterimakasih padamu karena telah menyelamatkan anak saya” kata induk ayam sembari memeluk anaknya itu. “jangan sungkan ayam, saya senang membantu” jawab kucing kecil dengan penuh senyuman.

Para binatang pun tidak bisa berkata apapun itu dan merasa menyesal serta menyadari bahwa kucing itu tidaklah sejahat yang mereka kira. Para binatang pun baik terhadap kucing kecil dan kedamaian mulai tercipta lagi di dalam peternakan itu.

Hari-hari berlalu dengan begitu cepatnya, tahun berlalu, kucing kecil itu pun telah tumbuh dan berkembang, rumah-rumahannya yang di bangun oleh Lity sudah tidak muat lagi, matanya menatap tajam, dijari-jarinya udah tumbuh kuku-kuku tajam, suaranya pun berubah menjadi sangat berat. Kucing kecil itupun telah tumbuh menjadi seekor singa jantan yang gagah.

Kadangkala dia merindukan dunia liar yang selalu terbersit dalam ingatannya. Lity mengetahui perubahan besar dalam diri singa. Lity mengelus tubuh singa yang sedang berbaring lesu. “saya tahu kamu merindukan rumah kamu yang sebenarnya, kamu ingin bebas di alam liar kan, saya akan membawa kamu kesana, sudah waktunya, saya sangat mencintaimu kucing kecilku” kata Lity sambil mencium kening singa dan memnelai kepalanya.

Lity dan para binatang lain mengantarkan kepergian singa sehingga memasuki tepi hutan. Singa berlari memasuki hutan dan kemudian berpaling menenggok ke belakang untuk melihat kembali semua masa lalu yang dicintai olehnya. Singa itu kemudian mengaum keras kepada mereka dan kembali berlari memasuki hutan lebih jauh dan jauh. Lity dan para binatang menatap kepergian singa hingga singa menghilang di balik pepohonan. Lity percaya singa akan bahagia di alam liar ditempat yang seharusnya singa berada

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar